Coral Reef Research Resort, Pulau Pari
9 06 2008
“Perkembangan peradaban manusia terus berjalan dengan kebutuhannya yang tidak pernah habis atau selesai. Seiring dengan perkembangan ini karya arsitektur yang selalu berusaha memenuhi kebutuhan tadi terus menerus lahir dengan berbagai macam bentuk dan fungsi.
Dan karya arsitektur yang akan dirancang pada laporan ini adalah sebuah fungsi pariwisata dan pendidikan bernama Coral Reef Research Resort.
Coral Reef Research Resort merupakan sebuah bangunan pariwisata yang dirancang sebagai media rekreasi dan edukasi kepada pengunjung, dan juga sebagai media konservasi untuk ekosistem terumbu karang Indonesia.
Sustainable Architecture sebagai pendekatan perancangan bangunan ini adalah sebuah hubungan yang tidak dapat dilepaskan dari fungsi bangunan ini sendiri. Keadaan kondisi global juga memaksa kita harus sadar tentang perubahan alam yang tak sengaja sering dilakukan.
Dan aktifitas kehidupan sehari-hari seringkali membuat kita lupa bahwa selama ini alam yang memberikan kita kehidupan. Namun, dengan adanya bangunan ini diharapkan akan membantu kita mengingat kembali apa yang telah terlupakan.”, abstrak proposal laporan TA, Juni 2008
Ketika survey pertama kali ke pulau pari, kepulauan seribu rasa yang saya dapatkan adalah rasa sedih. Kondisi infrastruktur kepulauan di Indonesia memang masih cukup minim. Keberadaan air bersih untuk minum saja sulit didapatkan. Listrik pun terbatas hanya ada malam hari didapatkan dari 2 mesin genset yang beroperasi setiap harinya . Apalagi aspek pendidikan dan kesehatan sangat sulit dijangkau oleh masyarakat setempat. Namun dengan adanya fasilitas ini saya harap dapat membantu masyarakat setempat untuk meningkatkan kualitas hidupnya.
Coral Reef Research Resort ini merupakan pengembangan fasilitas penelitian yang sudah ada. Saat ini, LIPI yang menjadi pusat penelitian di kepulauan seribu merupakan potensi yang dapat dikembangkan menjadi resort. Dimana pengunjung dapat berekreasi dan belajar dengan berinteraksi langsung dengan para peneliti yang bekerja di pulau ini.
Waktu tempuh yang dibutuhkan sekitar 1 jam perjalanan dari marina ancol merupakan satu hal yang dapat mendorong pengunjung untuk berlibur dalam 1 hari perjalanan. Selain itu, pulau pari yang masih menjadi penghasil komoditi rumput laut terbesar dari kepulauan seribu pun dapat menjadi nilai lebih dibanding pulau lain di kepulauan seribu.
Fungsi museum dan monumen yang diletakan ditengahtengah adalah sebuah ruang untuk mempertemukan pengunjung dan peneliti. Museum yang sebenarnya merupakan akuarium terumbu karang diharapkan dapat mengingatkan bahwa keberadaan terumbu karang sangat penting dalam kehidupan kita.

Fungsi rekreasi yang merupakan tujuan dari pengunjung untuk datang ke fasilitas ini diletakkan di area yang dapat dilihat langsung dari arah kedatangan menuju pulau. Dan dirancang untuk menampung kegiatan di pinggir pantai.
Sedangkan fungsi penginapan sengaja diletakkan di daerah yang lebih privat untuk mengantisipasi pengunjung yang memang tujuannya datang untuk berlibur dan menghindari keramaian.
Sebuah cerita panjang dalam pengerjaan tugas kali ini. Namun sayang, penilaiannya dimata penyidang masih kurang lengkap. Menyedihkan sekali perjalanannya tidak begitu dipertimbangkan, hanya hasil akhir yang terlihat. Dan yang ada hanya kepercayaan semu..
Terimakasih untuk teman2 seperjuangan : Carol, Mimi, Ayu, Dimas dan Nisa.
Terutama untuk Gita Listia yang perjuangannya lebih melebihi saya sendiri untuk mengerjakan tugas ini.. (hey, jgn bersedih, kita coba lebih baik lagi) =)..
Komentar : 18 Komentar »
Tags : resort
Kategori : Architecture








































































Komentar Terakhir