Revolusi Kota

1. Seperti yang kita ketahui selalu ada orang besar dibalik revolusi keberhasilan kota-kota besar dunia.

2. Ada Hausmann yang berhasil memodernisasi Paris. Sehingga Paris menjadi preseden kota-kota seperti London, Moskow, dan Chicago.

3. Gebrakannya bukan main. 60% kota Paris dihancurleburkan oleh Hausmann untuk sebuah kota yang lebih baik.

4. Bisa dikatakan sampai sekarang tidak ada lagi pembangunan yang berarti di Paris setelah Hausmann.

5. Atau Robert Moses yang menyelamatkan New York saat great depression tahun 1930an.

6. Karena pengaruhnya juga, New York yang sempat hopeless menjadi “the capital city of capitalism”, sampai hari ini.

7. Atau Deng Xiaoping yang menciptakan SEZ di Pudong, hingga jadilah kota Shanghai hari ini adalah kota ekonomi dunia timur.

8. Lewat Shanghai inilah reformasi ekonomi China terjadi. Dimana Shanghai sering disebut kepala naga atau “command economy” China.

9. Atau Lee Kuan Yew yang berhasil menjadikan Singapura menjadi kota pemimpin di Asia Tenggara.

10. Dan tidak dapat dipungkiri saat ini Singapura beberapa kebijakannya menjadi contoh untuk kota-kota di Amerika.

11. Atau Penalosa yang menjadikan Bogota sebagai pusat perhatian negara-2 berkembang. Salah satu pengaruhnya di Jakarta adalah BRT.

12. Atau Sheikh Mohammed, yang menjadikan Dubai pada tahun 2008 kemarin sebagai kota dengan proyek konstruksi terbesar di dunia.

13. Dubai memang mempunyai cadangan minyak, tapi bukan kota penghasil minyak dunia. Pertumbuhan ekonominya didapatkan dari pelabuhannya.

14. Keberhasilannya tidak lain karena Sheikh Mohammed memperlongar Dubai, diantara negara-2 tetangga Timur Tengah yang penuh aturan.

15. Jakarta hari ini juga perlu revolusi. Genting. Apakah anda siap menjadi pemimpin revolusi? 

(opinion on twitter)

Advertisements

Autopilot

1. Rasanya cerita politik dalam negeri terakhir seperti Nazaruddin, BBM, dan Banggar, membuat masyarakat semakin tidak percaya saja terhadap pemerintahan.

2. Titik puncak ketidakpercayaan ini terlihat saat munculnya opini bahwa negara ini sedang berada dalam mode #autopilot.

3. Menariknya dengan kinerja pemerintah seperti ini, tahun 2011 kemarin, Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5%.

4. Dimana rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 4.3%, yang artinya rapor kinerja Indonesia diatas rata-rata tahun kemarin.

5. Fitch dan belakangan Moddy’s pun seperti semakin “mensahkan” posisi Indonesia menjadi sebuah negara yang layak untuk berinvestasi.

6. Polemik ini membawa saya ke Edward Glaeser yang menyimpulkan bahwa terdapat 2 jenis penyebab keberhasilan pertumbuhan ekonomi sebuah negara.

7. Pertama adalah karena dampak kebijakan pemerintah, dan yang kedua adalah karena semangat kerja dan keuletan warga negaranya.

8. Negara yang dapat menjadi contoh dalam kategori pertama adalah Singapura dan Uni Emirat Arab.

9. Pertama-tama Lee Kuan Yew memberikan modal penting warga Singapura yaitu pendidikan.

10. Kemudian mengarahkan perkembangan evolusi industri Singapura dari bidang garmen, lalu ke bidang elektronik, dan biomedis.

11. Dan terakhir karena luas negaranya yang kecil, Lee mulai menarik para investor dan pekerja asing untuk “bermain” di negaranya.

12. Sedangkan contoh negara yang pertumbuhan ekonominya dipicu oleh pergerakan warganya adalah Jepang.

13. Jepang merupakan satu contoh dimana kebijakan ekonomi pemerintahnya kalah terhadap keberhasilan para “Venture Capitalists”nya,

14. Walaupun begitu pemerintahnya cukup baik dengan terus memfasilitasi kota-kotanya untuk mengiringi pertumbuhan ekonomi.

15. Lalu masuk kedalam kategori mana kah negara kita, dengan keberhasilan 6,5% – 2011 kita kemarin?

16. Hasil sebuah Intervensi pemerintahan? atau keuletan dan semangat kerja warga negaranya?  *atau kerjasama keduanya?

17. Sebuah pertanyaan retoris yang tidak bisa saya jawab atau memang tidak perlu.

18. Tetapi dengan rapor tahun 2011 kemarin, saya yakin bahwa pembangunan di Indonesia tahun ini akan lebih mengelora,

19. Para investor akan sangat tergelitik untuk melemparkan pundi uangnya ke kantung-2 usaha di Indonesia.

20. Jangan kita sia-siakan momentum ini. selamat bekerja, selamat berinvestasi, Indonesia.

(opinion on twitter)